Wednesday, June 13, 2007

Berlutut memohon keredhaanMu

Pada-Mu
Ketakutan ini memuncak

Aku bagai kekatu kehilangan sayap
ingin terbang!
aku merangkak sepi
sendiri
mencari-cari erti keredhaan
walauku tahu hidup penuh noda
aku ingin sekali berlutut
memohon


aku kejam
menguris, mensiat daging-daging mentah
ciptaanMu
hinanya aku

Pada-Mu
bantulah aku berdiri
kembalikan sayap-sayapku agar aku bisa terbang

Pada-Mu
berikanlah aku kekuatan
agar mampuku longgarkan ikatan ini

Pada-Mu
Maafkanlah aku

insan terhina ini

Sinar Kejauhan

Jendelaku
kemari
ingin kusisipkan sesuatu
menyambut langkahmu
jauh dari lumpur yang merintangi kita

Jendelaku
kemari
biarku iringmu
melalui denai dingin
dipenuhi semalu berduri
ku iringmu..walau aku lesu sekali

Jendelaku
ku tahu kau kemari
mengiginkan aku temani kamu
dalam ruang-ruang sempit ini
aku pasti
aku telah bersedia
membantumu..
meneruskan langkah ini
biar perit
biar terluka
biar onak mencucuk
biar sakit
kita mesti
mencuba
merangkak sekalipun
mencari sinar itu walau kejauhan
walau sirna
mari
ke mari bersama
menemui-Nya
memohon secebis belas
agar kita bisa
berada dalam kerehdaanNya
Hanya itu pinta kita
kebahagiaan dalam MencintaiNya


ku tulis malam ini...bersama titisan hujanmenyentuh tiap inci daerah sepiku
tanah dari siang tadi tandus..kekeringan
pohon dari dinihari tadi tunduk...
sepi seakan meminta-minta meronta
hinggalah..kejauhan malam ini turunnya hujana
ku bersyukur kerna mampu mendengar,
merasa....dingin!
indahnya titisan hujan menyentuh atap rumahku.
siang tadi ku penuhi harianku dengan menyelesaikan tugasan yang memerangkap aku
aduh! terlalu banyak tugasku yang belum aku bereskan lagi
selesai melukis aku menulis, menaip
tiada masa untuk ku biarkan berlalu sepi
baju yang inginku pakai setelah sekembalinya aku ke kampusku nanti belumku habiskan jahitanya aku tertanya-tanya sendiri, cukupkah waktu sesingkat ini?
malam sepi hanya terdengar titisan hujan ini berirama sedih sekali
terasa...waktu sebigini bagai mencengkam jiwaku
seolah memintaku..
meingsafi perkara lalu
aku begitu terasa ketidakharmoninya hatiku tika ini
hujan belum berhenti
aku masih disisi teman istimewa pemberian suami tercinta menemaniku seadanya
aku menulis
seharian aku...meraba-raba mencari ketidaksempurnaan itu
namun belum menonjolkan diri
titis-titis hujan membuat aku sebak
aku menangis di hati
perit....
titisan hujan masih berirama sayu, pilu, sepi
aku....
tunduk ku menulis lagi,
aku terasa hebatnya rasa yang mencengkam
inginku khabarkan sesungguhnya aku ingin sekali menjauhi rasa ini bagaimana? hanya aku saja bisa menjawab..tapi soalannya..aku sendiri tidak mampu mendengarnya
aku biarkan bunyi irama yang tidak berkesudahan ini
biarkan esoknya....warna alam bertukar aku mahu...merasa
betapa aku gembira bila aku masih bisa...
menghidu udara..
siang
harapanku untuk sekali lagi memenuhi harianku, dengan lebih bererti...

Sunday, June 10, 2007



sang jingga

pada hening malam....

sang jingga
penuh kasar menatap dengan hiba
aku pasrah disisinya

sang jingga
sutera kulit jemari
putih...bersih
penuh angkuh
jatuh disisiku

sang jingga
aku ada
membantumu
memenuhi hari yang bakal berlalu
memgembalikan
irama indah
mencalitkan warna segar
...agar mampu kita lukiskan satu
cerita
cerita tentang jiwa
jiwa kita bersama

sang jingga
biarku dendangkan
lagu jiwa tak bertema
kerna kisah kita terlalu panjang
untuk kita kait
mari aku cuba sekali lagi
dendangkan agar kamu bisa menari tanpa malu

Tercipta

Betapa malam ini aku kaku
merindu tiap detik
merindu pada hari lalu
pada waktu yang tertinggal
sukar untuk melarik secebis jawapan

Malam kelam
angin menampar-nampar gersang
pasrahkah aku

Resah malam
menanti hari siang
memungkinkah harapan ingin bersua

Pada malam
ku cuba gubahkan satu irama cinta
agar sampai
pergi jauh bersama angin malam
pergi...jauh ke bukit sana
sampaikan salam malam
pada dia ciptaan terindah Azzawajalla

ritma puisi citra hati

bait-bait puisi
pada malam ini menceritakan perasaanku
ku ingin gubah sesuatu yang terindah buat dia yang terindah
tak ingin aku suramkan lagi malam kelamnya
inginku penuhi ruang hatinya dengan gemelapan cahaya lurus..iklas dari hati
menerangi tiap ruang, pelusuk hatinya.
alangkah beruntungnya aku memiliki perasaan ini.
beruntung untuk mengenal erti kasih sayang
mengenal erti kesabaran, pengorbanan dan kekecewaan.
Aduh, aku ingin dia
bersama menuju lahar cinta
ciptaan....tak diduga

Monday, June 4, 2007

peluang yang terindah
















Warna alam membuat aku tabsub betapa indahnya alam ciptaan tuhan...
selepas menunaikan solat subuh pagi tadi, aku membantu ibuku membuat sarapan..seperti pagi sebelumnya, aku terlalu sibuk menguruskan diri dan suami.
namun walau masa begitu pantas, aku masih mampu...melihat warna-warna alam yang bertukar..sungguh harmoni.
Hari ini, banyak yang mestiku selesaikan, harus menyudahkan segala kerja yang tertunggak dan bakal tertunggak, pergi bank untuk mengambil penyata dan membeli tiket keretapi.
masa yang begitu terhad. Dalam perancangan aku terpaksa ke Kl pada malam ini juga, aduh masa yang terlalu singkat.
kuala lumpur bakal menjemputku dengan warna-warna kusam..tapi aku tahu kali ini kedatanganku..akan merubah warna-warna itu...aku tersenyum sendiri.
hari-hari yang bakalku lalui disana, bakal mencoretkan pelbagai rasa...rasa yang tak mungkin terhindar dari deriaku.
cuti sekolah begini membuatku tercari-cari waktu terabai..untuk aku luangkan dan letakkan sedikit rasa penatku...aku belum temui.
peluang cuti begini aku padatkan harianku, dengan melakukan kerja sambilan dan menjahit. padat bukan. aku gembira walau terbiar rasa penatku aku masih mampu memyiapkan beberapa karya untuk tatapan mata, jamuan hati....semoga hari ini akan mendatang rasa ceria!

debaran



Resah jua dihati ini
debar dada buka kepalang
senyum saja mesra berisi, seorg diri digigit bimbang
cuma lirik mata yang menyapa,
tika senja melambai tangan
gerangan apakah aku merasa...

Sunday, June 3, 2007

pertemuan hari ini

hari ini
terdengar suara-suara halus
merintih
aku seakan
terdengar suara memanggil namaku berulang kali
diam
suara itu halus mulus
dengan lembut
menyeruku...

hari ini
dengan sopan aku membalas
aku ada...pastikan ada
usah kau seru namaku berkali
aku pasti perit mendengarnya

hari ini
bukan semalam, hari ini
aku ada untuk engkau
yang tak pernah
dan tidak akan pernah
membiar kau
memanggil, menyebut namaku!
aku ada untuk kamu
hari ini kita bertemu...